Ujian

ia meraut pensil dari tumpul ke runcing,
menggerakkannya di tiap lingkaran hingga gelap pekat.
ia memilih dengan hati - penuh hati hati
seperti (kemudian) menatap mata bulat ibu dalam kertas penuh cemas.

terkadang ia berhenti pada keraguan dan sebuah pertanyaan
apa benar yang ini atau yang itu
sementara waktu selalu tak mau menunggu.
tiba-tiba suara penanda terdengar berisik.
ia harus selesaikan petualangan juga kecemasan

"ya tuhan, kusut, wajah semrawut."

dan ia berlari menembus pikiran pikiran manusia dewasa
lalu sembunyi di sana.

0 comments:

Posting Komentar