Sabtu, 05 Mei 2018

Pagi di Bulan April

Share & Comment
debu yang diterbangkan angin, pada sisa-sisa april , dengan tangan pucat oleh dingin dini hari, ia menulis sebuah fragmen:
pelukan hangat, mata berair, dan senyum yang sembunyi antara ribuan wajah.

nampak di atas bukit, kota-kota kecil begitu tak berjarak dengan sekumpulan awan. senyap - tak terlihat keramaian di sana. hanya lampu-lampu yang berdialog dengan langit - semesta.

kaki-kaki kuat lalu lalang, melintas di setapak berkerikil dan penuh pasir. mereka meraba nasib hari ini lewat roda-roda yang ditariknya, menyimpan wajah wanita dan bocah kecil di napasnya yang sebentar datang sebentar hilang.

ia memejamkan mata membiarkan angin menerbangkan tubuhnya. serupa kapas ia melayang-layang, ringan tak ada beban.

ia tak menyoal takdir membawanya
terbang ke angkasa, tenggelam di dasar laut, tersesat di rimbunan pohon, atau bahkan jatuh ke jurang curam.

sampai pada ia terbangun karena sebuah uluran tangan
Tags:

Written by

Jika anda merasa nyaman singgah di blog ini, kabarkan kepada siapapun mereka. Anda juga bisa meninggalkan jejak dengan menulis komentar di blog ini.

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © All About My Dream | Designed by Templateism.com | Published by GooyaabiTemplates.com